Tentang Kami

RIB - Climate and Society

Sejarah Pendirian

2008: Permulaan

Rumah Indonesia Berkelanjutan (RIB) didirikan sebagai kelanjutan dan penerus inisiatif yang pernah dilaksanakan oleh Institut Green Aceh (IGA) selama lebih dari satu dekade lalu. IGA didirikan tahun 2008 sebagai respon terhadap kondisi kemanusiaan/tsunami tahun 2004. IGA bekerja untuk isu-isu kemiskinan dan inklusi sosial, konservasi keanekaragaman hayati, dan adaptasi/mitigasi perubahan iklim. IGA bekerjasama dengan berbagai pihak termasuk pemerintah pusat dan daerah, lembaga penelitian dan sejumlah donor seperti USAID, UKAid, dan lain-lain.

2015: Refleksi

Sejak tahun 2014, penggiat IGA tersebar ke berbagai wilayah Indonesia, dan pada tahun 2015 melakukan refleksi serta membangun konsolidasi kembali untuk memperkuat inisiatif perubahan sosial yang pernah digerakkan sejak tahun 2008, yakni bagaimana IGA dapat berkiprah di tingkat nasional. Tantangan yang dihadapi tentu saja berbeda dan semakin kompleks. Namun demikian, kompleksitas ini harus ditangani dengan pendekatan yang inovatif dan luar biasa. Karena itu, inisiatif yang digagas sejak tahun 2008 ini kemudian ditransformasikan menjadi sebuah upaya dalam rangka merespon kompleksitas perubahan sosial di Indonesia.  

 2018: Transformasi

Menghadapi kondisi Indonesia yang cepat berubah, tahun 2018, untuk berkiprah di tingkat nasional, dilakukan perubahan kelembagaan supaya adaptif dan bisa melahirkan inovasi-inovasi baru dalam perubahan sosial, sehingga IGA ditransformasikan menjadi Rumah Indonesia Berkelanjutan (RIB). Kehadiran Rumah Indonesia Berkelanjutan (RIB) sebagai sebuah transformasi, selain untuk meneruskan gagasan dan aksi perubahan sosial sejak tahun 2008, juga merupakan respon terhadap kondisi kekinian di Indonesia, khususnya bagaimana mendorong perubahan sosial yang berkontribusi pada keadilan dan kesejahteraan sosial bagi rakyat Indonesia.

Salah satu akselerator dari perubahan sosial adalah proses-proses pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah dan berbagai aktor pembangunan lainnya, termasuk sektor swasta, organisasi masyarakat sipil, perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan berbagai lembaga internasional.

2020: Memperkuat kolaborasi

Yang menjadi tantangan adalah bagaimana mendorong perubahan sosial ke arah yang lebih baik: berkeadilan dan berkelanjutan. Berkeadilan artinya proses-proses pembangunan haruslah mensejahterakan seluruh rakyat. Berkelanjutan adalah sebuah upaya dimana proses-proses pembangunan harus bisa menjamin keberlanjutan sumberdaya kepada generasi yang akan datang.

Karena itu, Rumah Indonesia Berkelanjutan, secara kolaboratif melalui kerjasama dengan berbagai pihak, mencoba memperkuat pembangunan berkelanjutan melalui sejumlah pendekatan dan keahlian yang kami miliki, yakni melalui penelitian sosial, analisis kebijakan publikdialog kebijakan publik, kampanye dan edukasi publik, peningkatan kapasitas parapihak, pemberdayaan masyarakat, dan memperkuat kemitraan multipihak di berbagai arena.

 

Visi

Menjadi organisasi terdepan dalam memperkuat pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Misi

Secara kolaboratif membangun kemitraan multipihak dengan pemerintah, sektor swasta dan masyarakat sipil, di tingkat lokal, nasional dan internasional, dalam rangka memperkuat terjadinya perubahan sosial ke arah yang lebih baik dan tercapainya tujuan  pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Nilai-nilai

Dalam melaksanakan program dan membangun kerjasama kolaboratif, kami berpegang teguh pada nilai-nilai universal, yakni profesionalitas, keberlanjutan, inklusif, akuntabel, dan kesetaraan.  

Tim Kami

Dr. Cand. Yusdi Usman (Co-founder dan CEO/ Direktur Eksekutif)

Yusdi Usman adalah peneliti untuk isu pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Ia mempunyai latar belakang keilmuan sosial dari UI dan lingkungan hidup dari UGM. Ia merupakan kandidat Doktor Sosiologi Universitas Indonesia.

Ia berpengalaman lebih dari 20 tahun dalam berbagai penelitian sosial dan lingkungan hidup, serta memimpin sejumlah proyek di berbagai organisasi internasional di Indonesia. Ia adalah pendiri dan Direktur Eksekutif Institut Green Aceh (IGA) tahun 2008-2012, yang bekerja untuk isu-isu perubahan iklim, konservasi kehati, dan kemiskinan.

Munawar (Penasehat Senior)

Munawar adalah seorang intelektual, businessman dan penggiat dalam memperkuat pembangunan desa berkelanjutan.

Pengalaman alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) ini lebih dari 20 tahun dalam isu-isu pembangunan desa berkelanjutan, peningkatan kapasitas pendamping desa dan pemerintah desa, serta memperkuat BUMDes dan UMKM di Indonesia. 

Ia juga mempunyai perhatian besar dalam melakukan transformasi desa menuju desa ramah lingkungan dan berkelanjutan di Indonesia.

Dr. Murdiyah Hayati (Penasehat Senior)

Dr. Murdiyah Hayati adalah seorang akademisi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Saat ini menjabat sebagai Ketua Prodi Manajemen FEB UIN Jakarta.

Ia juga peneliti senior yang banyak melakukan berbagai penelitian untuk isu-isu ekonomi, bisnis dan pembangunan.

Ia juga memberi perhatian besar pada isu pembangunan berkelanjutan melalui upaya dalam mendorong praktek-praktek produksi dan konsumsi berkelanjutan di Indonesia. 

Maya Tamara Dewi (Direktur Operasional)

Maya Tamara Dewi mempunyai pengalaman lebih dari 15 tahun dalam mengelola program-program pembangunan sosial dan lingkungan hidup di Indonesia. Ia merupakan salah satu pendiri Institut Green Aceh (IGA) tahun 2008 dan menjadi arsitek lembaga ini dalam membangun kerjasama dengan berbagai pihak

Bersama Rumah Indonesia Berkelanjutan, alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini bekerja sebagai anggota tim manajemen senior, dan memberi dukungan kepada pelaksanaan program secara berkualitas dan akuntabel.

Muhammad, SE.Ak., CA. (Direktur Keuangan)

Muhammad, SE.Ak., CA. adalah akuntan yang berpengalaman lebih dari 25 tahun di berbagai perusahaan nasional dan lembaga internasional. Ia bertanggung jawab penuh dalam akuntabilitas pengelolaan keuangan Rumah Indonesia Berkelanjutan.

Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh ini pernah bekerja dalam sejumlah proyek donor yang didanai oleh USAID, AUSAid, UKAid, dan lain-lain, khususnya sebagai akuntan dan pengelolaan keuangan organisasi.

Ratih Damayanti (Peneliti Senior/ Spesialis Akuntabilitas Tatakelola)

Ratih Damayanti adalah peneliti yang selama ini menekuni isu pembangunan sosial dan ekonomi, serta akuntabilitas dan good governance. Ia juga lama berkecimpung untuk isu-isu sustainability.  

Alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) ini berpengalaman lebih dari 20 tahun sebagai peneliti dan konsultan di berbagai perusahaan multinasional dan lembaga internasional untuk isu governance dan sustainability.

Dian Kurnia Anggreta (Peneliti Senior/ Spesialis Lingkungan Hidup dan SDA)

Dian Kurnia Anggreta adalah kandidat doktor sosiologi Universitas Indonesia. Ia mempunyai pengalaman lebih dari 10 tahun dalam berbagai penelitian sosial dan lingkungan hidup di Indonesia.

Alumni Universitas Andalas Padang ini banyak melakukan penelitian yang berkaitan dengan isu-isu lingkungan hidup, perubahan iklim, konflik sosial, dan relasi masyarakat dan perusahaan ekstraktif.

Makmur Rozi (Peneliti Senior/ Spesialis CSR Perusahaan Ekstraktif)

Makmur Rozi adalah peneliti Rumah Indonesia Berkelanjutan yang mempunyai fokus dan keahlian pada isu-isu CSR (Corporate Social Responsibility) untuk perusahaan-perusahaan ekstraktif di Indonesia.

Ia banyak mendalami bagaimana CSR perusahaan ekstraktif berperan dalam perubahan sosial di masyarakat, khususnya masyarakat desa, baik dari aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan hidup.

Dony Purwadi (Peneliti Senior/ Spesialis MERL)

Dony Purwadi adalah seorang peneliti dan ahli dalam bidang monitoring, evaluasi, dan pembelajaran (MERL-Monitoring, Evaluation, Research and Learning) untuk proyek-proyek pembangunan sosial di Indonesia.

Alumni Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Padjajaran Bandung dan Magister Sosiologi Universitas Indonesia ini mempunyai pengalaman lebih dari 15 tahun terlibat dalam penelitian dan evaluasi proyek untuk isu-isu perlindungan anak.

Cut Asmaul Husna (Peneliti Senior/ Spesialis Gender dan Governance)

Cut Asmaul Husna adalah seorang peneliti, aktivis perempuan, dan akademisi yang sudah berkarya secara profesional selama 15 tahun. Ia pernah bekerja untuk sejumlah proyek donor seperti  UNDP, LGSP-USAID, World Bank, Kinerja-USAID, ADB-Kementerian Pendidikan, dll.

Cut Asmaul Husna selama ini bekerja untuk isu-isu tatakelola (governance) sektor publik dan penguatan mainstreaming gender dalam sektor publik, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas.

Bersama RIB, alumni UIN Ar Raniry Banda Aceh ini, akan memperkuat penelitian dan analisis kebijakan yang berkaitan dengan kesetaraan gender dan governance untuk isu-isu pembangunan berkelanjutan di Indonesia. 

Andi Yanuardi (Peneliti Senior/ Spesialis Governance for Sustainability)

Andi Yanuardi adalah kandidat PhD dari Utrecht University, Belanda. Sehari-hari ia merupakan pengajar di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). 

Alumni UGM ini telah berpengalaman sekitar 20 tahun dalam penelitian untuk isu-isu tatakelola untuk keberlanjutan (governance for sustainability), termasuk tatakelola SDA berkelanjutan, tatakelola industri ekstraktif, dan keseimbangan pembangunan antara perlindungan lingkungan hidup dan pertumbuhan ekonomi.

Bersama RIB, Andi memperkuat penelitian di bidang sustainability dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Firdaus (Peneliti Senior/ Spesialis Pembangunan Desa)

Firdaus merupakan kandidat doktor sosiologi Universitas Indonesia. Ia berpengalaman lebih dari 10 tahun dalam berbagai penelitian sosial di Indonesia. Sebagai sosiolog, ia merupakan akademisi di STKIP Sumatera Barat.

Selama 10 tahun, ia aktif dalam advokasi lingkungan hidup bersama Walhi Sumatera Barat.

Alumni Antropologi Universitas Andalas Padang ini banyak melakukan penelitian yang berkaitan dengan lingkungan hidup, pembangunan desa, pariwisata berkelanjutan, dan isu-isu perubahan sosial lainnya.

Mahdi (Manajer Program Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Ekosistem)

Mahdi adalah Manajer Program Rumah Indonesia Berkelanjutan yang mempunyai pengalaman 10 tahun untuk isu-isu lingkungan hidup, kehutanan, keanekaragaman hayati dan perubahan iklim di Indonesia. Ia merupakan alumni Sekolah Tinggi Ilmu Kehutanan (STIK) Banda Aceh.

Ia berpengalaman bekerja di tingkat tapak dalam penelitian dan pendampingan masyarakat di desa-desa pedalaman, termasuk desa-desa konservasi dan pinggir kawasan hutan dan sawit.

Jevriza Syahputra (Manajer Program Perubahan Iklim)

Jevriza Syahputra mempunyai pengalaman lebih dari 10 tahun dalam mengelola program pembangunan sosial dan perubahan iklim di Indonesia. Jevri merupakan salah satu tim awal yang menggerakkan Institut Green Aceh (IGA) sejak tahun 2008.

Jevri berpengalaman mengelola berbagai proyek pembangunan desa dan lingkungan hidup bekerjasama dengan pemerintah dan lembaga internasional. 

Bersama Rumah Indonesia Berkelanjutan, Jevri bertanggung jawab dalam mengelola program-program perubahan iklim.

Ananta Damarjati (Staf Kampanye Perubahan Iklim)

Ananta Damarjati menyelesaikan sarjana di Perbanas Institute, Jakarta. Selain berpengalaman dalam mengelola program organisasi, ia juga aktif menulis isu seputar ekonomi, pembangunan sumber daya manusia, dan lingkungan hidup.

Bersama Rumah Indonesia Berkelanjutan, Damar mengelola media dan kampanye terkait dengan isu pembangunan berkelanjutan, khususnya isu perubahan iklim, green economy dan pembangunan rendah karbon.