Setiap awal tahun, para kepala desa di seluruh Indonesia akan disibukkan dengan berbagai laporan. Salah satunya adalah pengelolaan dan penggunaan dana desa tahun sebelumnya. Untuk dana desa tahun 2020, semua kepala desa harus melaporkan penggunaannya paling lambat tanggal 31 Januari 2021.

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), melalui Ditjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD), tanggal 28 Desember 2020, sudah mengeluarkan surat pemberitahuan kepada seluruh kepala desa untuk melaporkan penggunaan dana desa tahun 2020. Surat yang ditandatangani oleh Plt. Dirjen PPMD Ir. Rosyidah Rachmawaty, MM memuat sejumlah hal sebagai berikut:

Surat Kementerian Desa PDTT tentang laporan penggunaan dana desa tahun 2020. (Foto: Kemendesa PDTT).
  1. Dana Desa tahun anggaran 2020 yang masih terdapat di rekening kas desa, wajib digunakan untuk membiayai BLT DD, dan sisanya digunakan untuk melanjutkan kegiatan Padat Karya Tunai Desa (PKTD) yang telah dianggarkan pada APBDes tahun 2020, selambat-lambatnya dilaksanakan bulan Januari 2021.
  2. Segera melaporkan penggunaan Dana Desa tahun 2020 untuk kegiatan:
    • Desa aman covid19.
    • Padat Karya Tunai Desa (PKTD).
    • BLT Dana Desa.
    • dan kegiatan lain-lain.
  3. Laporan Penggunaan Dana Desa Tahun 2020 disampaikan kepada Kementerian Desa PDTT selambat-lambatnya tanggal 31 Januari 2020 melalui email ppmd@kemendesa.go.id.

Menariknya, surat dari Ditjen PPMD ini juga memberi ancaman sanksi kepada kepala desa yang tidak tertib dalam penggunaan dana desa berdasarkan kebijakan prioritas penggunaan dana desa tahun 2020. Menurut surat Plt. Dirjen PPMD, sanksi kepada para kepala desa ini akan diberikan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku. (Admin RIBnews).

(Foto-foto: Kemendesa PDTT)