Program Kami

RIB - Climate and Society

Pendekatan kami

research to action

 

Kami memulai sebuah inisiatif berdasarkan data dan informasi yang lengkap. Data dan informasi ini kami peroleh dari beberapa cara: analisis data sekunder, asessment lapangan, dan atau penelitian mendalam.

Kami kemudian membangun komunikasi, koordinasi, dan kemitraan dengan parapihak yang berkepentingan, baik pemerintah, korporasi, masyarakat lokal, dan pihak lainnya.

Kami akan merancang kembali secara bersama-sama untuk mengembangkan inisiatif yang sudah ada, dan memastikan bahwa inisiatif tersebut bisa diaplikasikan di lapangan.

Bersama masyarakat dan parapihak, kami akan mengimplementasikan inisiatif untuk mendorong perubahan dan mencapai tujuan perbaikan. Sepanjang implementasi, kami akan menjadikannya sebagai laboratorium belajar para pihak, proses penelitian dan pembelajaran.

Penelitian dan catatan pembelajaran akan kami gunakan untuk perbaikan inisiatif, perluasan inisiatif, perbaikan kebijakan publik, serta pengembangan ilmu pengetahuan untuk kemanusiaan. 

Program Strategis Kami

PRK dan Perubahan Iklim

Dunia sedang dilanda krisis iklim yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas rumah kaca (GHG) di udara. Peningkatan emisi GHG akan mengancam kehidupan manusia di bumi, menurunnya produksi pangan, meningkatnya berbagai bencana berbasis iklim, dan sebagainya. 

Pembangunan Rendah Karbon (PRK) merupakan salah satu pendekatan untuk adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. PRK membutuhkan transformasi sosial dan ekonomi untuk memastikan upaya penanganan perubahan iklim berjalan dengan baik. 

Indonesia berkomitmen mengurangi produksi karbon dengan cara melakukan transformasi pembangunannya menuju PRK, yang sudah masuk dalam RPJMN 2020-2024. Tantangan ke depan adalah bagaimana memperkuat transformasi ini dalam sejumlah sektor yang mempunyai kontribusi besar dalam emisi GHG, termasuk sektor kehutanan dan penggunaan lahan, energi, pertanian, industri dan penggunaan produk industri, sampah, dll.

Rumah Indonesia Berkelanjutan (RIB) bersama para pihak berupaya memperkuat PRK ini melalui:

1. Penelitian sosial tentang transformasi sosial dan ekonomi dalam rangka penguatan PRK di Indonesia.

2. Membangun kemitraan strategis dengan berbagai pihak di tingkat lokal, nasional dan global dalam memperkuat PRK.

3. Membangun dialog kebijakan dan penguatan kebijakan fiskal untuk mendukung PRK.  

4. Implementasi program perubahan iklim di tingkat tapak bersama masyarakat, korporasi, pemerintah, dan sebagainya.

Kota dan Desa Berkelanjutan 

Kota dan Desa merupakan ruang hidup masyarakat yang diwarnai oleh berbagai latar belakang sosial, ekonomi, dan budaya. Masyarakat kota mempunyai latar sosial, ekonomi dan budaya yang berbeda dengan kehidupan masyarakat desa. 

Meskipun demikian, masyarakat kota dan desa tetap hidup di atas bumi yang satu. Karena itu, mereka saling terhubung, saling membutuhkan, dan saling menanggung resiko bersama. 

Salah satu resiko besar ke depan yang dihadapi oleh masyarakat kota dan desa adalah ancaman bencana iklim. 

Perubahan iklim telah berdampak buruk pada kehidupan kota. Di satu sisi, kota merupakan salah satu penyumbang emisi GHG terbesar melalui penggunaan energi dan gaya hidup kota yang boros karbon. Di sisi lain, perlu ada upaya menciptakan kota yang inklusif bagi semua warganya. 

Perubahan iklim juga telah berdampak berat pada kehidupan desa, berupa ancaman terhadap produksi pangan di desa. Karena itu, perlu adanya upaya untuk memajukan desa, dan menangani dampak perubahan iklim di tingkat desa.

Melalui penelitian, kajian, peningkatan kapasitas, dan penguatan kemitraan multipihak, Rumah Indonesia Berkelanjutan mendorong penguatan kota dan desa yang berkelanjutan, inklusif dan adaptif terhadap ancaman bencana iklim yang sudah di depan mata.

Konservasi KEHATI

Keanekaragaman hayati (Kehati) merupakan kekayaan sumberdaya alam, baik flora maupun fauna, dan ekosistemnya, dalam wilayah tertentu. Indonesia mempunyai keanekaragaman hayati flora dan fauna serta ekosistem yang luar biasa di dunia. Kekayaan ini akan sangat berguna dalam mendukung keberlanjutan kehidupan manusia di masa yang akan datang.

Namun demikian, kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia tidaklah dalam kondisi baik-baik saja. Pendekatan pembangunan yang eksploitatif dan tidak ramah lingkungan merupakan penyebab utama kerusakan keanekaragaman hayati di negeri ini, baik flora maupun fauna dan ekosistemnya berupa berbagai tipe hutan hujan tropis.

Rumah Indonesia Berkelanjutan berkepentingan untuk membantu pemerintah dalam memperkuat konservasi keanekaragaman hayati, baik flora, fauna dan ekosistemnya. Konservasi Kehati bisa dilakukan melalui sejumlah cara, termasuk:

1. Penelitian dalam rangka memperkuat data ilmiah tentang keanekaragaman hayati dan ekosistemnya. 

2. Membantu perbaikan kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam rangka memperkuat konservasi Kehati dan ekosistemnya. 

3. Memperkuat program konservasi kehati berbasis masyarakat.

4. Menggunakan pendekatan yurisdiksional (jurisdictional approach) untuk penguatan konservasi kehati berbasis landscape.