Sepanjang tahun 2020, kekerasan kepada anak masih terus terjadi. Kekerasan ini berlangsung dalam berbagai bentuk, baik kekerasan fisik, kekerasan psikologis, kekerasan verbal, maupun kekerasan simbolik. Apalagi dengan hadirnya media sosial yang bisa diakses oleh anak-anak, peluang terjadinya berbagai kekerasan tersebut semakin terbuka lebar. Demikian disampaikan Peneliti Senior RIB, Dony Purwadi, dalam bincang-bincang jelang akhir tahun 2020.

Dony Purwadi yang telah berpengalaman lebih dari 15 tahun sebagai peneliti, konsultan, dan memimpin berbagai program dalam isu perlindungan anak ini, melanjutkan bahwa banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kekerasan pada anak, baik faktor kultural maupun struktural dalam masyarakat.

Anak dari kelas sosial bawah lebih rentan mengalami kekerasan. (Foto: http://duniakuanaku.blogspot.com)

Faktor kultural umumnya berkaitan dengan kepercayaan dan nilai-nilai dalam masyarakat yang masih memperlakukan anak secara berbeda. Misalnya, dalam masyarakat tertentu yang menganggap anak perempuan sebagai tidak lebih penting dibandingkan anak laki-laki. “Dalam kondisi kultural seperti ini, maka peluang terjadinya kekerasan kepada anak perempuan menjadi sangat besar”, tegas Dony.

Sementara faktor-faktor struktural yang menjadi penyebab berkembangnya kekerasan kepada anak adalah berbagai kekuatan struktur sosial (kebijakan, institusi sosial, dan tatanan sosial) yang tidak berpihak pada anak-anak yang berasal dari kelas sosial rendah. “Anak perempuan dan laki-laki dari keluarga miskin misalnya, berpeluang lebih besar mengalami kekerasan dalam bentuk trafficking, kekerasan seksual, dan bentuk lainnya”, tambah Dony.

Karena itu, Dony mengharapkan bahwa upaya perlindungan anak ini harus dilakukan secara holistik dan tidak boleh parsial. Pemerintah sebenarnya sudah memberikan dukungan maksimal dalam perlindungan anak. Namun, kondisi struktural dan kultural seringkali tak terjangkau oleh layanan pemerintah, sehingga perlindungan anak menjadi kurang optimal. (Admin RIBnews)

(Foto: Dony Purwadi)