Desa Teraju merupakan salah satu desa yang mendapatkan predikat Desa Mandiri pada tahun 2019. Desa ini terletak di Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Teraju merupakan satu-satunya desa di Kecamatan Toba yang sudah mendapatkan predikat sebagai desa mandiri. Karena itu, predikat ini menjadi tantangan bagi perangkat desa dan masyarakat desa ini untuk terus berbenah, bukan saja dalam mempertahankan predikat yang ada, melainkan bagaimana mendorong kemajuan dan kemakmuran masyarakatnya.

Kepala Desa Teraju, Edoardus Ateng, S.Ag. dalam diskusi dengan tim Rumah Indonesia Berkelanjutan yang dipimpin Dr. Cand. Yusdi Usman dan tim Pemerintah Kalimantan Barat mengatakan bahwa predikat yang diperoleh desa ini merupakan hasil kerja keras semua pihak, terutama perangkat desa dalam memperkuat semua indikator yang ada dalam Indeks Desa Membangun. “Ini sebuah kemajuan yang sangat membanggakan”, kata Edoardus. Karena itu, Eduardus mendorong semua pihak untuk bisa memperkuat kemajuan yang sudah dicapai.

Desa Teraju mendapat predikat Desa Mandiri dari Pemerintah Kabupaten Sanggau tahun 2019

Dalam kesempatan berbeda, Sekretaris Desa Teraju Iyen Pikken Hansen, SE. mengatakan bahwa meskipun Desa Teraju sudah mendapatkan predikat sebagai desa mandiri, namun banyak hal yang perlu dibenahi di desa ini. “Kami sedang berupaya mengembangkan ekonomi desa melalui BUMDes”, kata Iyen. Sejauh ini, kondisi BUMDes desa ini memang belum berkembang bagus. Usaha yang sudah dilakukan oleh BUMDes adalah toko ATK dan Fotocopy untuk mendukung kebutuhan administrasi desa. BUMDes juga mengelola 4 pintu ruko milik desa. Selain itu, bekerja sama dengan perusahaan sawit di desa ini, yakni PT SAP (Surya Agro Palma), Pemerintah Desa sudah mempunyai lahan sawit seluas 3,9 hektar yang akan dikelola BUMDes.

Iyen melanjutkan bahwa ada beberapa tawaran kerjasama dengan PT Antam untuk memperkuat usaha bisnis yang dikembangkan oleh BUMDes, namun sejauh ini pihak BUMDes belum mempunyai kapasitas yang memadai untuk menindaklanjuti tawaran PT Antam tersebut. Sementara itu, pimpinan PT Antam Kalbar yang menangani urusan CSR di Sanggau, Muhammad Rusdan dan Parjono dalam beberapa kesempatan pertemuan mengatakan bahwa PT Antam membuka kerjasama dengan semua komponen masyarakat desa.

Meskipun peluang kemajuan terbuka lebar, namun tantangan yang dihadapi desa ini tidak ringan. Karena itu, di akhir pertemuan dengan pimpinan desa, Direktur RIB Yusdi Usman menyarankan supaya dibangun kemitraan multipihak dalam rangka menyelesaikan konflik-konflik lahan yang masih terjadi antara perusahaan swasta dengan masyarakat. Selain itu, Direktur RIB juga berharap bahwa kerjasama antara perusahaan ekstraktif yang bekerja di wilayah ini dengan pemerintah desa seharusnya bisa dilakukan dengan lebih optimal. (Admin)